Sejarah Desa
Desa Gayam merupakan salah satu desa tertua di Kecamatan Tenggarang, Kabupaten Bondowoso. Berdasarkan cerita turun-temurun, Desa Gayam didirikan pada tahun 1820 oleh sekelompok masyarakat yang bermigrasi dari wilayah Mataraman.
Nama 'Gayam' diambil dari nama pohon yang banyak tumbuh di wilayah ini pada masa itu. Pohon Gayam (Inocarpus fagifer) merupakan tumbuhan khas yang menjadi simbol kekuatan dan ketahanan masyarakat.
Seiring berjalannya waktu, Desa Gayam berkembang menjadi pusat pertanian dan perkebunan kopi yang dikenal memiliki kualitas terbaik di Bondowoso. Tradisi bertani kopi telah diwariskan turun-temurun selama lebih dari 5 generasi.
Pada tahun 1995, Desa Gayam resmi mendapatkan status sebagai Desa Mandiri dengan berbagai program pembangunan yang terus berjalan hingga saat ini.
Visi & Misi Desa
Visi Desa
Terwujudnya Desa Gayam yang Mandiri, Sejahtera, dan Berbudaya Berbasis Kearifan Lokal dan Teknologi
Misi Desa
- Meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan pelatihan
- Mengembangkan potensi ekonomi lokal berbasis pertanian dan pariwisata
- Memperkuat tata kelola pemerintahan desa yang transparan dan akuntabel
- Melestarikan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal
- Membangun infrastruktur yang mendukung pembangunan berkelanjutan
Pemerintahan Desa
Kepala Desa
H. Ahmad Subagyo, S.Pd.
Periode: 2021-2027
"Mewujudkan Desa Gayam sebagai Sentra Kopi Terbaik di Bondowoso"
Badan Permusyawaratan Desa (BPD)
Ketua
Drs. Sutarman
Wakil
Hj. Maryati
Sekretaris
M. Faisal, S.H.
Anggota
7 Orang
Perangkat Desa
Sekretaris Desa
Drs. Bambang Sutrisno
Kasi Pemerintahan
Siti Nurhayati, S.Sos.
Kasi Kesejahteraan
Muhammad Arifin, S.E.
Kasi Pelayanan
Rina Wulandari, S.IP.
Kaur Keuangan
Eko Prasetyo, S.Ak.
Kaur Umum
Dewi Sartika
Kaur Perencanaan
Agus Setiawan, S.T.